This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 Februari 2016

TIPS UMUM MENGIRIM TULISAN KE MEDIA MASSA KORAN HARIAN SURAT KABAR


Ada aturan umum mendasar yang harus dipenuhi agar tulisan artikel opini kita mendapat perhatian editor koran dan berpotensi dimuat.


Apa itu Op-ed dan tajuk rencana di koran?

Dalam sebuah media cetak, baik koran, majalah atau buletin terdapat satu halaman khusus yang biasa disebut dengan halaman opini. Di koran, halaman tersebut di isi oleh tiga unsur yaitu oleh redaksi, para ahli di bidangnya dan pembaca.

Opini yang ditulis oleh tim redaksi disebut Tajuk Rencana atau Editorial. Yang ditulis oleh ahli disebut op-ed singkatan dari Opini Editorial atau kolom untuk artikel opini di majalah. Sedang yang ketiga ditulis oleh pembaca koran atau majalah terkait. Segmen ini biasa disebut dengan Surat Pembaca, atau Pembaca Menulis, dsb.

SEPULUH STRATEGI BELAJAR



  1. Evaluasi diri (penilaian diri): siswa mempunyai prakarsa  sendiri untuk menilai kualitas atau kemajuan pekerjaan mereka sendiri.
  2. Mengorganisasi dan mengubah: siswa mempunyai prakarsa sendiri untuk mengatur kembali bahan-bahan pelajaran untuk memperbaiki cara belajarnya sendiri.
  3. Menentukan rencana dan tujuan: penentuan rencana dan tujuan yang menyangkut penentuan target untuk melengkapi tugas/kegiatan belajar.
  4. Mencari informasi:  usaha siswa untuk mendapatkan informasi dari sumber tertulis ketika mengerjakan tugas-tugas sekolah.
  5. Mencatata dan memonitor: usaha siswa untuk merekam kejadian-kejadian / hasil belajar
  6. Mengatur lingkungan: usaha siswa untuk memilih atau mengubah lingkungan belajar agar dapat belajar dengan baik.
  7. Konsekwensi diri: menunjuk pada rencana atau imajinasi siswa tentang hadiah atau hukuman yang akana diberikan untuk keberhasilan maupun kegagalan sendiri.
  8. Mengulang dan mengingat: usaha siswa untuk mengingat bahan-bahan dalam bentuk latiaha dalam hati maupun bukan.
  9. Mencari bantuan: usaha siswa untuk mencari bantuan dari teman sebaya, guru maupun orang dewasa lainnya dalam kegiatan belajarnya.
  10. Mereview/ menelaah catatan kembali/ tes/ buku pelajaran.: usaha siswa untuk membaca kembali catatan, tes yang sudah lalu maupun buku-buku pelajaran untuk menghadapi pelajaran di kelas maupun untuk menghadapi ulangan.

TEPAT: adalah kependekan dari tema dan minat, energize, posisi, alat bantu, taktik.
Setidaknya kelima unsur itu dapat dijadikan pegangan untuk menghadapi hambatan dalam membaca buku.
Tema dan minat
-          Pastikan anda telah mengenal minat anda sendiri sebelum membeli dan membaca buku.
-          Tema dan minat yang sesuai, dapat mendunkung kemauan seseorang untuk tetap membaca.
Energize, membangkitkan motivasi.
-          Sebelum membaca, anda harus menghidupkan (memotivasi) diri untuk dapat membaca lebih baik, bukan ogah-ogahan.
-          Pikiran “aku membaca karena aku membutuhkan isi buku ini” lebih sugestif dari pada pikiran “aku membaca karena buku ini harus kukembalikan hari ini juga”.
Posisi tubuh ideal.
-          Ketenangan dalam membaca amat diperlukan, demikian pula posisi tubuh yang nyaman.
-          Posisi tubuh yang nyaman akan mendukung konsentrasi dan terhindar dari kelelahan diri.
-          Posisi yang paling ideal adalah duduk. Jarak mata denan buku tidak boleh terlalu dekat. Punggung tidak membungkuk, dan usahakan serileks mungkin.
Alat-alat bantu.
-          Lampu penerangan cukup.
-          Tentukan, apakah anda memerlukan kacamata dan pendingin ruangan.
-          Sediakan alat tulis untuk memberi tanda pada bagian-bagian yang penting.
Taktik.
-          Langkah pertama: mengidentifikasikan ragam buku yang harus dibaca (dari yang terpenting sampai pelengkap atau mulai tipis sampai tebal)
-          Langkah kedua: atur jadwal membaca dan tepati jadwal tersebut.
Cara membantu memusatkan perhatian:
1.      Baca dengan suara keras.
2.      Jika terasa konsentrasi meningkat, kurangi volume suara secara bertahap sehingga akhirnya konsentrasi anda tidak terpecah meskipun anda membaca di dalam hati.
3.      Membayangkan/membuat gambaran dalam benak anda tentang apa yang sedang dibaca.
4.      jika perlu dapat diringi dengan alunan musik atau sambil menyantap makanan ringan.

 Singgih..